KUNJUNGAN MENTERI KEPENDUDUKAN/KEPALA BKKBN RI KE KECAMATAN LEUWIDAMAR
Yaya A. Rohman, A.Md. | 30 April 2026 | Dibaca 64 kali

Leuwidamar, Lebak – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Wihaji, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (30/4/2026). Dalam kunjungannya, Menteri Wihaji menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting (kekerdilan) pada anak tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan terpadu yang menyentuh langsung keluarga sasaran .

“Kita jangan sampai penanganan stunting itu dilakukan secara parsial. Pemerintah hari ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir hingga ke pelosok pedalaman untuk penanganan stunting,” ujar Menteri Wihaji saat menyerahkan bantuan kepada dua Keluarga Risiko Stunting (KRS) di wilayah setempat .

Menurut Menteri Wihaji, pemberian bantuan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas. Ia menekankan bahwa diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat untuk keberhasilan program ini, terutama melalui intervensi gizi, edukasi keluarga, serta penguatan layanan kesehatan dasar .

“Program Keluarga Risiko Stunting harus kita kawal bersama dan bersinergi yang kuat untuk percepatan penurunan angka stunting,” tegasnya .

Kunjungan Menteri BKKBN ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah pedalaman Lebak. “Kami mendukung penuh langkah strategis BKKBN. Ini menjadi energi positif bagi daerah untuk terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga,” kata Wakil Gubernur .

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menyatakan bahwa momen ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. “Kita bersinergi antara pusat, provinsi, dan daerah. Kami akan terus mendorong program-program yang menyentuh langsung masyarakat agar kualitas hidup keluarga semakin baik,” ujarnya .

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, selain penyaluran bantuan, juga dilakukan pemantauan program prioritas dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (3B), serta pelayanan KB serentak

BAGIKAN :